05
Mei
08

Lagi-lagi UN

UN tahun ini makan korban lagi, sampai polisi turun tangan! Saya kira tidak perlu mencari kambing hitam. Saya tidak setuju juga kalo semuanya dinyatakan sebagai kesalahan pemerintah dalam hal ini Mendiknas. Apakah tidak wajar kalo ada standar yang berlaku nasional? Seandainya pemerintah belum mampu menyediakan fasilitas pembelajaran yang “sama” untuk sekolah, akan tetapi sudah menetapkan standar nasional pendidikan, apakah UN tetap tidak wajar?

Misalnya ada tuntutan dari dinas pendidikan kepada kepala sekolah agar siswanya tidak banyak yang tidak lulus alias gagal, saya kira itu wajar! Begitu juga harapan dari orang tua dan dari siswa itu sendiri pasti mengharapkan lulus UN. Tetapi apakah harapan dan tuntutan tersebut harus diterjemahkan dengan membantu membetulkan jawaban siswa atau membocorkan UN?

Ada kemungkinan oknum di dinas pendidikan yang berupaya mencari keuntungan pribadi dengan membocorkan UN. Kalo ini terjadi, oknum tersebut tidak layak kerja di dinas pendidikan, apapun alasannya. Kalo terjadi kebocoran maka siswa, guru dan sekolah, orang tua yang jujur akan merasa sangat tidak fair UN tersebut. Mereka yang mendapatkan bocoran akan dengan mudah menyelesaikan UN sedangkan yang belajar sungguh2 mungkin tidak lulus!

Adanya beberapa penyimpangan dan kecurangan atau penyelewengan dalam UN tidak semata-mata pendidikan akan beres kalau UN ditiadakan. Kalaupun sekolah sendiri yang menyelenggarakan evaluasi hasil belajar dan menentukan kelulusan saya tetap tidak yakin akan membuat pendidikan kita akan lebih bermutu…

Di satu pihak pemerintah dituntut untuk menyelenggarakan pendidikan yang bermutu, tetapi setiap pemerintah menyelenggarakan ke arah bermutu tersebut, begitu banyak tantangan dan komentar dari masyarakat, lalu kapan standar nasional pendidikan akan tercapai?

Seandainya pemerintah mampu memenuhi standar nasional pendidikan, kemudian menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah untuk mencapai standar nasional tersebut, saya tidak yakin akan otomatis standar mutu yang diharapkan itu dapat tercapai…

Pemerintah telah menyediakan anggaran yang cukup besar untuk UN, saya kira itu akan lebih kurangbermakna kalau hanya dihujat dengan berbagai alasan, oleh sebab itu saya menghimbau agar semua pihak melihat aspek positif dari UN tersebut

Marikita dengan kepala dingin melihat yang baik dalam penyelenggaraan UN, pasti ketemu kalau kita jujur, tidak asal komentar atau asal bunyi!

Selamat UN untuk siswa SMP



%d blogger menyukai ini: