03
Sep
08

Pendidikan untuk Pengembangan Berkelanjutan

PENDIDIKAN UNTUK PENGEMBANGAN BERKELANJUTAN

Jamisten Situmorang

 

Pemerintah telah mencanangkan untuk memenuhi anggaran pendidikan 20% dari APBN tahun 2009. Keputusan tersebut  sangat menggembirakan berbagai kalangan, terutama masyarakat yang mendambakan pendidikan yang  terjangkau tetapi berkualitas. Depdiknas tentu sudah merancang dan membuat skala prioritas aspek-aspek yang akan dituntaskan mulai tahun 2009. Salah satu aspek yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah, dalam hal ini Depdiknas adalah pendidikan untuk pengembangan berkelanjutan (education for sustainable development- EfSD). Konsep ini telah lama dikemukakan di dunia Internasional, di PBB (UNESCO) akan tetapi di Indonesia belum secara eksplisit dituangkan dalam pendidikan Nasional, tetapi secara parsial  terdapat dalam pendidikan lingkungan hidup, ekonomi dan sosial.

Pendidikan merupakan upaya yang sangat esensial untuk pengembangan bekelanjutan. Masyrakat dunia mengakui bahwa pengembangan ekonomi dewasa ini cenderung tidak dapat dipertahankan dan kesadaran publik terhadap pentingnya pendidikan merupakan kunci pokok mengiring masyarakat agar menyadari pentingnya sustainabilitas. Ada yang mempertanyakan makna pengembangan bekelanjutan, dan mungkin tidaknya untuk mencapainya. Masyarakat yang seperti itu mempunyai visi tentang apa itu masyarakat yang sustainable dan bagaimana mereka akan berfungsi. Masyarakat dunia mempertanyakan mengapa pendidik, dalam hal ini departemen pendidikan  tidak segera bergerak untuk mengembangkan  program pendidikan untuk sustainabilitas.

Kita mungkin agak sulit mencari  makna kata sustainable, biasanya lebih mudah  mengidentifikasi apa yang tidak sustainable di masyarakat. Tentu mudah bagi kita  membuat daftar masalah, penggunaan energi yang tidak efisien, kurangnya konservasi air bersih, peningkatan polusi yang luar biasa, pelanggaran hak asasi manusia, penggunaan kenderaan pribadi yang berlebihan, konsumerisme memeningkat, dan lain sebagainya. Tetapi kita tidak akan menyalahkan diri sendiri karena mungkin juga bagi kita arti dari sustainable itu tidak jelas. Sama halnya dengan menterjemahkan konsep demokrasi dan keadilan, yang sangat sulit kita wujudkan dalam masyarakat.

Ada tiga istilah yang mempunyai makna yang hampir sama, bahkan sering bertukar tempat, yaitu pendidikan untuk pengembangan berkelanjutan (education for sustainable development (ESD), education for sustainability (EfS), and sustainability education (SE). Dari tiga istilah tersebut, memang yang paling banyak digunakan adalah pendidikan untuk pengembangan berkelanjutan karena istilah tersebut yang sering digunakan di dunia internasional termasuk dalam dokumen PBB. Di tingkat  lokal atau nasional upaya pendidikan untuk pengembangan berkelanjutan mungkin dinamai atau digambarkan dengan istilah yang berbeda karena perbedaan bahasa dan budaya, tetapi semuanya berkaitan dengan pengembangan berkelanjutan, hanya.karena nama dan isinya harus disesuaiakan dengan budaya setempat.

Perlu dibedakan antara  pendidikan tentang pengembangan berkelanjutan dan pendidikan untuk pengembangan berkelanjutan. Kata pertama mempunyai makna  pembelajaran untuk kesadaran atau pembahasan secara teoritis. Sedangkan kata yang kedua, pendidikan digunakan sebagai upaya, sebagai alat atau cara untuk mencapai sustainbilitas. Tentu saja yang dimaksud bukan hanya sekedar pembahasan secara teoritis.Pengembangan berkelanjutan mempunyai makna dontrin, pada hal maksudnya sebenarya adalah pendidikan sebagai tujuan. Semua pelayanan pendidikan sebenarnya merupakan tujuan. Masyarakat tidak mencari keuntungan dari kegiatan pendidikan tersebut. Mendidik pengemudi misalnya dimaksudkan untuk membuat jalan raya lebih nnyaman bagi pengguna. Pendidikan pemadam kebakaran mencari tindakan preventif agar tidak terjadi kebakaran dan menghindari kesengsaraan dan kemiskinan akibat kebakaran. ESD bertekad memuat dunia ini lebih layak untuk tempat kita hidup baik untuk sekarang dan untuk generasi berikutnya. Tentu saja  dihindari ESD sebagai doktrinasi, tetapi memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada orang untuk belajar sepanjang hayat, menolong mereka menemukan solusi terhadap masalah lingkungan, ekonomi dan sosial.

Pengembangan Bekelanjutan

Pengembangan berkelanjutan merupakan konsep yang sulit dirumuskan, bermakna  sebagai upaya yang terus-menerus. Pengembangan berkelanjutan adalah pengembangan untuk memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mencurigakan generasi berikutnya. “Sustainable development is development that meets the needs of the present without compromising the ability of future generations to meet their own needs” (World Commission on Environment and Development, 1987, p 43). Pengembangan berkelanjutan terdiri dari tiga komponen: lingkungan, sosial dan ekonomi. Ketiga aspek tersebut saling beririsan, tidak terpisah-pisah. Misalnya saja, kesehatan, kesejahteraan masyarakat tergantung pada  lingkungan yang bersih yang merupakan tempat untuk mendapatkan makanan dan sumber daya, air bersih dan udara yang bersih. Paradigma berkelanjutan mengandung konotasi sebab akibat dalam lingkungan hidup dan social dan menerima konsekuensi dalam ekonomi. Berkelanjutan  berarti berpikir  tentang masa mendatang, di mana lingkungan, masyarkat dan ekonomi menjadi pertimbangan. Dengan demikian.terdapat keseimbangan dalam pengembangan dan upaya meningkatkan kualitas hidup.

Hasil studi menunjukkan, semakin tinggi tingkat pendidikan warga ternyata makin banyak mengkonsumsi sumber daya,seperti energy dan ini akan mendorong penambahan  produksi sumber daya tersebut. Di Amerika yang penduduknya lebih dari 80% sudah mencapai tingkat pendidikan lanjutan atas pendidikan dan kurang lebih 25 % lulusan perguruan tinggi 4 tahun, tetapi data statistik juga menunjukkan penggunaan energi per kapita paling tinggi di dunia. Jadi tingkat pendidikan yang lebih tinggi belum menjamin sustainnibilitas. Tantangan yang dihadapi adalah, bagaimana meningkatkan tingkat pendidikan tanpa harus meningkat tuntutan pemakaian sumber daya dan komsumsi barang-barang dan peningkatan polusi? Oleh sebab itu, untuk memenuhi ini perlu reorientasi kurikulum, yang mengarah kepada produk yang sustainable dan pola pengunaannya. Kenyataan, tidak mudah untuk mendidik masyarakat agar melek lingkungan, melek ekonomi atau sosial tanpa pendidikan dasar. Akan tetapi belum juga ada kepastian bahwa peningkatan pendidikan dasar akan otomatis mendukung masyarakat yang sustainable.

Jika tingkat pendidikan masih rendah, ekonomi dari pertanian atau mengelola sumber daya juga biasanya terbatas. Di berbagai Negara, pendidikan dasar begitu rendah sehingga   belum memungkinkan untuk mengarahkan pendidikan untuk pengembangan berkelanjutan. Pendidikan di tingkat yang lebih tinggi biasanya diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja yang “lebih hijau”, yang dampaknya terhadap lingkungan lebih rendah dan lebih sustainable.

Keterkaitan di antara pendidikan dan pengembangan berkelenjutan sangat kompleks. Hasil studi umumnya menunjukkan bahwa pendidikan dasar merupakan kunci untuk mengembangkan kemampuan nasional dan untuk mencapai target sustainabilitas. Hasil riset juga menunjukkan bahwa pendidikan dapat meningkatkan produktivitas pertanian,meningkatkan status wanita, menurunkan pertumbuhan penduduk, meningkatkan pemeliharaan lingkungan hidup dan menaikkan standar/taraf hidup. Akan tetapi hubungan tersebut tidak selalu linier. Misalnya  pendidikan 4 – 6 tahun merupakan ambang minimum untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Melek hurup dan angka membawa para petani mampu beradaptasi terhadap cara-cara pertanian yang baru, mampu mengatasi resiko dan mampu merespon kebutuhan pasar. Dengan melek huruf para petani juga mengerti campuran kimia sesuai anjuran pabrik sehinga dapat mengurangi dampaknya terhadap lingkungan hidup dan kesehatan. Pendidikan dasar juga membantu para petani untuk mendapatkan pinjaman dari bank untuk digunakan modal. Efek dari pendidikan pada pertanian juga semakin besar ketika proporsi perempuan untuk mendapatkan pendidikan sama dengan laki-laki.

Pendidikan sangat penting bagi warga perempuan. Perempuan yang pendidikannya lebih tinggi juga berpengaruh di dalam keluarga, memberikan bargaining power yang lebih besar. Wanita yang terdidik memungkinkan mudah untuk membangun keluarga yang lebih kecil dan pendidikan dari anak-anaknya akan lebih tinggi. Pendidikan bagi perempuan akan dapat merubah kehidupannya dan interaksinya dengan masyarakat  serta status ekonominya akan semakin membaik. Mendidik perempuan berarti akan meningkatkan kualitas hidupnya dan keluarganya dan meningkatkan kemampuannya dalam berpartisipasi dalam pengambilan keputusan di masyarakat dan di lingkungan kerja menuju ke arah pencapaian tujuan sustainability. Pendidikan dasar bagi perempuan sangat diperlukan bahkan sebelum upaya untuk mengurangi angka kematian bayi dan pendidikan dan kesehatan untuk anak ditingkatkan.

 

 

Pendidikan secara langsung berdampak pada rencana sustainbility dalam tiga bidang, yaitu:

Implementasi, warga  Indonesia perlu dididik untuk menyadari pentingnya mengimplementasikan pendidikan untuk pengembangan berkelanjutan. Banyak masalah yang perlu dipikirkan, seperti penebangan hutan untuk kepentingan segelintir manusia, pertambangan liar, rendahnya tingkat pendidikan masyarakat di daerah terpencil dan banyaknya warga yang tidak mempunyai keterampilan akan membuat peluang mengimplementasikan pendidikan untuk pengembangan yang berkelanjutan semakin kecil. Akibatnya keterikatan kita terhadap energi semakin tinggi. Oleh sebab itu  tidak ada alternatif lain, tenaga kerja kita harus terdidik karena itu merupakan kunci peningkatan ekonomi berbasis pengembangan berkelanjutan.

Pengambilan keputusan, masyarakat yang tingkat pendidikannya lebih tinggi akan lebih banyak terlibat dalam pengambilan keuputusan. Mereka akan mampu membaca data yang dilaporkan oleh masyarakat.

Kualitas hidup, pendidikan juga sebagai upaya utama untuk meningkatkan kualitas hidup. Pendidikan dapat meningkatkan pereknonomian keluarga, meningkatkan kualitas kehidupan, menurunkan tingkat kematian dan meningkatkan kualitas pendidikan untuk generasi berikutnya, termasuk perekonomiannya, pendidikan yang baik berimplikasi pada individu dan bangsa.

Pendidikan untuk Pengembangan Berkelanjutan dimaksudkan menanamkan kesadaran kepada peserta didik pola pemakaian sumber daya yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan warga tanpa merusak lingkungan, kebutuhan bukan hanya untuk sekarang  tetapi termasuk kebutuhan generasi mendatang. Ruang lingkup pendidikan untuk pengembangan berkelanjutan terdiri dari tiga komponen, yaitu lingkungan hidup, ekonomi dan sosial yang sustainable..jadi bukan hanya fokus pada masalah lingkungan.



%d blogger menyukai ini: