06
Nov
08

Menarik di Malaysia

Malaysia sebagai negara tetangga memiliki banyak kesamaan dengan kita. Dalam bidang pendidikan pada tahun 80an Malaysia masih minta batuan kita, baik sebagai tempat belajar maupun menjadi pengajar. Tapi sekarang tinggal beberapa mahasiswa dari Malaysia belajar di kedokteran di Universitas Makasar, mungkin karena biaya yang relatif murah. Sekarang beberapa orang Indonesia belajar di Malaysia, mungkin karena dapat beasiswa atau karena alasan lain.

Melihat perkembangan Malaysia bisa membuat kita mengacungkan jempol. Saya melihat infrastruktur dan publik service sangat bagus. Jalan tol atau high way mirip seperti di Indonesia, kualitasnya cukup bagus tapi jangan bandingkan dengan tol cipularang tapi  dengan tol jagorawi. Kalau tidak salah ada dari kita pernah dapat pekerjaan bangun jalan tol di Malaysia?

Memang tidak fair membandingkan Indonesia dengan Malaysia. Penduduknya hanya 27 jutaan, daerahnya tidak kepulauan dan berbagai perbedaan yang lainnya. Namun tidak salah melihat beberapa hal yang baik di Malaysia sebagai pembanding. Misalnya sore hari di Kuala Lumpur juga macet seperti di Jakarta, tetapi di sana tidak terlihat ada polisi lalu lintas yang membantu tapi lancar saja. Beda bangat dengan Jakarta yang kalau sudah hujan macetnya tidak ketulungan, meskipun dibantu sejumlah polisi…he he

Tampaknya ekonomi Malaysia sudah lama bertumbuh dengan pesat, buktinya adalah TKI. Di KL banyak supir taksi adalah orang Indonesia. Apalagi di perkebunan kelapa sawit dan pekerjaan informal lainnya. Tapi jangan salah, kolong jembatan gak ada yang ngisi, pengemis dan tukang parkir gak ada (jadi kalau itu salah satu indikator kesejahteraan rakyat? maka Malaysia lebih makmur dari kita.

Nilai rupiah terhadap ringgit  2800: 1 jadi kebayangkan kalau bawa rupiah belanja di Malaysia

Ternyata negara jiran ini sudah lebih berhasil dalam beberapa hal, meski kita tidak  harus menirunya tapi  melihat yang menarik di sana sebagai referensi tidak apa toh. Salah satu di antaranya adalah pendidikan anak berkebutuhan khusus (pendidikan khas). Di Malaysia ada Sekolah Vokasional sejenis SMK tapi siswanya tidak bisa mendengar. Kebayang kan gimana ngajarnya. Pake bahasa isyarat tentu saja. Di sekolah tersebut disediakan asrama (putra dan putri) akan ada SEAMEO centre d



%d blogger menyukai ini: