10
Des
08

Apa yang salah dalam pendidikan kita?

Kalau dilihat dari perjuangan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan Nasional, kerja keras, peningkatan anggaran dan berbagai kebijakan Nasional, seperti buku murah via internet, bantuan dana langsung (hibah) atau dikenal dengan block grant sampai dengan Bos (bantuan dana untuk operasional sekolah), bos buku dan lain sebagainya.

Dilihat dari prestasi siswa-siswa di pentas Internasional, meskipun belum 100% membanggakan, akan tetapi dapat dikatakan sudah lumayan. Beberapa medali emas dalam olimpiade internasional menjadi angin segar dalam dunia pendidikan kita.

Kebijakan pemerintah (Depdiknas) untuk merintis, membangun sekolah bertaraf internasional mulai dari SD sampai dengan SMA/SMK yang sudah memasuki tahun ke 3/4 telah menunjukkan beberapa keberhasilan. Kompas 10/12 memuat berita bahwa sekolah bertaraf internasional akan diberi bantuan dana 500 juta untuk melengkapi fasilitas dan perangkat pembelajaran serta peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan…dan diharapkan pada ssetiap daerah (propinsi?) terdapat minimal 1 SD bertaraf internasional.

Namun demikian, masih banyak anggota masyarakat yang merasa tidak puas dengan pengelolaan atau penyelenggaraan pendidikan Nasional kita.  Dilihat dari human development index yang masih belum menggembirakan, kita tertinggal dibanding Singapura, Malasya bahkan Vietnam. Begitu juga dengan kualitas perduruan tinggi, meski sudah ada beberapa yang punya nama dan menduduki peringkat lumayan di dunia internasional, akan tetapi melihat hasil akreditasi BAN PT yang hanya sedikit sekali yang meraih nilai A. Berdasarkan beberapa hal tersebut muncul pertanyaan: Apa yang salah dalam pendidikan kita?

Siapa yang bersedia memberi jawaban kami tunggu !



%d blogger menyukai ini: